LENSANEGERI – Keberhasilan BUMDes Kalepadang mengembangkan budidaya ikan nila dan menembus pasar melalui kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai memunculkan pertanyaan menarik di tengah masyarakat: apakah capaian tersebut akan menjadi modal politik bagi Sekretaris Desa Kalepadang, Ridwan Ramadhan, menuju Pilkades 2027?


Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Selama kurang lebih sembilan tahun mengabdi sebagai Sekretaris Desa, Ridwan dikenal aktif mendorong penguatan tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan, serta pengembangan kelembagaan ekonomi desa. Salah satu yang paling menonjol adalah upayanya membangun fondasi tata kelola BUMDes yang lebih terarah dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi rakyat.


Hasilnya mulai terlihat. BUMDes Kalepadang yang dipimpin Reza Fahlevi kini tidak lagi sekadar menjadi lembaga formal desa, tetapi mulai menunjukkan peran nyata dalam pengembangan usaha produktif. Budidaya ikan nila yang dikelola BUMDes bahkan telah memiliki pasar tetap melalui kerja sama dengan SPPG.


Bagi sebagian warga, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan program fisik, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun sistem dan tata kelola yang mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.


"Yang dilihat masyarakat sekarang bukan lagi sekadar janji, tetapi apa yang sudah dikerjakan. BUMDes yang bergerak, usaha yang berjalan, dan manfaat yang mulai dirasakan warga tentu menjadi bahan penilaian publik," ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.


Di sisi lain, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran Direktur BUMDes Kalepadang, Reza Fahlevi, yang dinilai berhasil menerjemahkan arah kebijakan dan gagasan pengembangan ekonomi desa ke dalam program usaha yang konkret. Kolaborasi antara Ridwan Ramadhan dan Reza Fahlevi disebut-sebut menjadi salah satu contoh sinergi kelembagaan yang efektif dalam mendorong pembangunan ekonomi desa.


Meski Pilkades 2027 masih cukup jauh, dinamika politik desa mulai menjadi perbincangan. Nama Ridwan Ramadhan kerap muncul dalam berbagai diskusi masyarakat, terutama ketika berbicara mengenai tata kelola pemerintahan dan pengembangan ekonomi desa. 


Namun demikian, sejumlah tokoh mengingatkan bahwa pada akhirnya masyarakat tidak hanya akan melihat popularitas figur, melainkan juga konsistensi kerja, keberlanjutan program, serta dampak nyata yang dirasakan warga. Karena itu, keberhasilan pengembangan BUMDes Kalepadang dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai kualitas kepemimpinan desa di masa depan.