JAKARTA |LENSANEGERI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memasuki babak baru pada 2026. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengubah strategi pelaksanaan program dengan menitikberatkan pada kualitas layanan, ketepatan sasaran, serta pembiayaan yang tidak lagi sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membuka peluang keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan program MBG. Selain APBN, pendanaan dapat berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN, hibah, yayasan, hingga kontribusi dunia usaha.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat keberlanjutan program sekaligus mengurangi tekanan terhadap keuangan negara yang selama ini menjadi sumber utama pembiayaan.
Tidak hanya soal pendanaan, BGN juga menyiapkan pola pelaksanaan yang lebih fleksibel dan efisien. Ke depan, penyediaan makanan bergizi tidak harus selalu didukung pembangunan dapur baru. Pemerintah akan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, seperti kantin sekolah maupun dapur yang sudah beroperasi di masyarakat.
Skema ini dinilai lebih realistis, terutama untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang sering menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses layanan.
Nanik menegaskan bahwa fokus utama MBG pada 2026 bukan lagi memperluas jumlah penerima manfaat semata, melainkan memastikan makanan yang disalurkan memiliki kualitas gizi yang baik dan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.
Wilayah 3T disebut akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tahun depan karena masih banyak daerah yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi secara berkelanjutan.
“2026 kami fokus kualitas, bukan kuantitas,” ujar Nanik.
Perubahan arah kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjadikan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjangkau lebih banyak masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih optimal melalui peningkatan mutu makanan dan pengelolaan program yang lebih efektif.



